Lombok timur: Di tengah hiruk piruk perkembangan zaman dan berbagai kemajuan di era modern ini banyak ditemukan kejadian-kejadian yang menyimpang dari perbuatan manusia seperti maraknya pembunuhan, minum-minuman keras, maksiat, judi online, dan pelaku menyimpang lainnya ada di mana mana. Berita tersebar luas melalui media sosial sehingga kita tahu bahwa zaman sudah tidak baik-baik saja.
Di era seperti ini, dimana dunia semakin tua dan perilaku manusia semakin semaunya melanggar aturan dan norma, kita membutuhkan tameng yang kuat agar terhindar dari hal-hal negatif yang merugikan diri dan orang lain, salah satu hal positif yang harus kita lakukan adalah dengan belajar dan memperdalam ilmu agama. Meski zaman sudah berkembang menjadi serba digital namun masih banyak Tuan Guru (ulama dalam suku sasak pulau lombok) yang tetap menyalurkan ilmunya lewat kajian-kajian secara tatap muka.
Salah satu tokoh yang masih menjalankan pengajian-pengajian sederhana dengan tatap muka adalah TGH Muhammad Nawawi, Q.H., M.Pdi. seorang tuan guru yang berasal dari Desa Kesik Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur. Meskipun umur sudah tidak muda lagi namun masih tetap semangat seperti tuan guru lainnya untuk mengamalkan ilmu pada masyarakat luas.

Salah satu wujud nyata pengabdiannya adalah dengan membuka TPQ (taman pendidikan Al-Qur’an) di rumahnya yang setiap malam selalu ramai dengan anak-anak yang belajar kitab-kitab dan ilmu agama islam. beliau mengajar dengan sabar dan ikhlas, tidak membosankan sehingga muridnya cepat paham atas penjelasannya.
Tak hanya itu, beliau juga rutin ceramah dalam khutbah jumat di masjid-masjid serta mengisi pengajian mingguan yang diadakan setiap malam ahad di dua musholla yang ada di tempat tinggalnya, pengajian ini terbuka untuk masyarakat umum, dari kalangan orang tua hingga remaja. Materi pengajian yang disampaikan pun beragam mulai dari ilmu agama yang paling dasar hingga paling dalam. Hal ini dilakukan karna beliau adalah sosok yang tidak pelit ilmu dan sadar akan kewajibannya untuk berbagi pengetahuan terutama menyangkut ilmu agama demi kebaikan umat.
Komitmen beliau terhadap dunia pendidikan juga terlihat dari perannya sebagai guru dan pengurus yayasan di Yayasan Al-Majidiyah NW Kesik sejak belasan tahun lalu sampai saat ini, beliau masih aktif sehingga beliau dikenal oleh seluruh masyarakat desa kesik maupun luar desa, tak jarang orang bertanya tentang beliau, karna memang beliau adalah sosok inspiratif yang di kagumi banyak orang.
Beliau adalah salah satu bukti bahwa dakwah yang istiqomah meski dilaksanakan di lingkungan yang kecil namun akan tetap berpengaruh besar jika dilandaskan dengan keikhlasan dan ketaatan. Semoga perjalanan dakwah beliau bisa terus menginspirasi dan membawa beliau ke tempat yang jauh lebih besar lagi untuk mengamalkan ilmu agama tanpa henti. (Penulis: Via Novitasari, Mahasiswa PKL IAIH NW Lotim)
