Lombok Timur – Pulau Lombok dikenal kaya akan tradisi dan budaya yang masih terjaga hingga kini. Salah satunya datang dari Desa Kesik, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, yang memiliki ritual tahunan unik bernama Nunas Nede. Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen sekaligus doa bersama agar musim tanam berikutnya membawa keberkahan.
Menurut penjelasan Ramdhani, Ketua Panitia Nunas Nede yang dikutip dari kanal YouTube Speaker Kampung TV, ritual ini hanya dilakukan sekali dalam setahun, tepat setelah musim panen berakhir. “Nunas Nede berarti meminta doa dan restu, sebuah bentuk syukur sekaligus permohonan agar tanaman terhindar dari hama maupun bencana di musim berikutnya,” jelasnya (21/12/2022).
Rangkaian Ritual Sebelum Puncak Acara
Tradisi Nunas Nede tidak berlangsung dalam sehari saja, melainkan melewati beberapa tahapan sakral.
Tiga hari sebelum puncak acara, warga bersama tokoh adat melakukan doa bersama serta besembeq (pembersihan) di tujuh mata air yang tersebar di seluruh Desa Kesik.
Sehari menjelang acara, setiap keluarga petani menyiapkan aneka jajanan tradisional serta dulang (wadah berisi hasil bumi) untuk dipersembahkan keesokan harinya.
Puncak Perayaan Nunas Nede
Saat hari pelaksanaan tiba, suasana Desa Kesik berubah semarak. Warga kompak mengenakan pakaian adat Sasak dan berarak menuju lokasi upacara. Ratusan dulang berisi hasil bumi—padi, kacang-kacangan, umbi-umbian, hingga hewan ternak seperti sapi dan ayam—dibawa dalam arak-arakan meriah.
Prosesi ini semakin hidup dengan iringan Gendang Beleq, tarian khas Lombok yang menggema sepanjang jalan. Para pemuda, pemudi, tokoh adat, dan masyarakat umum ikut serta, menciptakan suasana penuh kebersamaan.
Warisan Budaya yang Terus Lestari
Bagi masyarakat Desa Kesik, Nunas Nede bukan sekadar pesta syukur panen. Lebih dari itu, ia adalah simbol persatuan dan bukti kuatnya ikatan budaya yang masih terjaga hingga kini. Setiap tahun, seluruh warga desa menyambutnya dengan antusias dan gotong royong, sehingga ritual ini tetap hidup dari generasi ke generasi.
Tradisi Nunas Nede pun menjadi salah satu kekayaan budaya Lombok yang patut diapresiasi, bukan hanya sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai atraksi budaya yang memperlihatkan kearifan lokal masyarakat Sasak. (Kiriman: Via Novitasari, Mahasiswa IAIH NW Lotim)
