Di bawah ini adalah penjelasan singkat bagaimana reaksi lambung saat air alkaline masuk
1. Struktur dan Fungsi Dasar Lambung
Lambung adalah organ pencernaan yang berfungsi sebagai:
-
Penyimpan sementara makanan/minuman.
-
Pengolah mekanis (mengaduk isi lambung dengan kontraksi otot).
-
Pengolah kimiawi dengan asam lambung (HCl, pH 1–3) dan enzim (misalnya pepsin).
Lambung dilapisi oleh mukosa yang menghasilkan:
-
Asam lambung (HCl) → berfungsi membunuh mikroba, mengaktifkan enzim.
-
Pepsinogen → berubah menjadi pepsin untuk memecah protein.
-
Mucus & bikarbonat → melindungi dinding lambung agar tidak rusak oleh asam.
2. Masuknya “Benda Asing” (contoh: air alkaline)
Ketika seseorang minum air alkaline:
-
Air langsung masuk ke lambung melalui esofagus.
-
Karena air tidak memerlukan pencernaan kompleks, ia hanya akan:
-
Mengencerkan isi lambung.
-
Mengubah pH sementara di dalam lambung.
-
3. Reaksi Kimia dan Fisiologi
-
Air alkaline biasanya memiliki pH 8–10.
-
Asam lambung memiliki pH 1–3.
-
Ketika bercampur, terjadi reaksi netralisasi parsial:
HCl(asam)+OH−(basadarialkalinewater)→H2O+garamHCl (asam) + OH⁻ (basa dari alkaline water) \rightarrow H₂O + garam
Hasilnya:
-
pH lambung sedikit naik (jadi kurang asam).
-
Tubuh akan mendeteksi pH yang tidak normal → sel parietal lambung segera memproduksi lebih banyak HCl untuk mengembalikan keasaman optimal.
4. Efek Sementara
-
Air alkaline hanya bisa menetralkan sebagian kecil asam lambung, karena produksi HCl sangat kuat (1–2 liter asam per hari).
-
Jadi efeknya sementara dan lokal saja.
-
Tubuh punya mekanisme homeostasis yang memastikan pH lambung tetap asam.
5. Dampak Jangka Panjang (jika sering konsumsi air alkaline)
-
Tidak efektif untuk mengubah kondisi lambung secara permanen.
-
Jika diminum berlebihan:
-
Bisa menyebabkan perut kembung (karena reaksi netralisasi menghasilkan gas kadang).
-
Asam lambung diproduksi lebih banyak → malah bisa memperberat gejala pada orang dengan gastritis atau GERD.
-
-
Tidak ada bukti ilmiah kuat bahwa air alkaline memberikan manfaat signifikan untuk pencernaan, karena lambung selalu mengembalikan pH ke kondisi asam.
6. Perumpamaan Sederhana
Bayangkan lambung seperti kolam asam kuat.
Kalau diteteskan air alkaline:
-
Asam jadi sedikit lebih netral.
-
Tapi “kran asam” (sel parietal) akan langsung membuka lebih besar → mengembalikan kondisi asam.
Jadi seperti menuang sedikit sabun ke laut: laut tetap asin, hanya sesaat berubah di permukaan.
👉 Jadi, cara kerja lambung ketika ada benda asing (seperti air alkaline) adalah:
-
Benda asing bercampur dengan isi lambung.
-
Jika memengaruhi pH, tubuh segera menyesuaikan dengan produksi asam baru.
-
Hasil akhirnya, lambung tetap asam karena itu kondisi wajib untuk pencernaan.
