RRI Mataram Gelar Ajang Bintang Radio 2025, 17 Peserta Adu Vokal

Aula Tri Prasetya RRI Mataram, Selasa (23/9/2025) pagi tampak semarak. Sebanyak 17 peserta, baik laki-laki maupun perempuan, tampil penuh percaya diri dalam Tapping babak penyisihan ajang pencarian bakat Bintang Radio Indonesia 2025 yang akan disiarkan live nanti pada tanggal 25-26 September. Suasana kompetitif tercipta sejak awal, karena setiap peserta harus menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk bisa lolos ke tahap berikutnya.

Pada babak penyisihan ini, peserta dibagi ke dalam dua kelompok. Babak pertama diikuti 10 peserta, sementara babak kedua menampilkan tujuh peserta lainnya. Masing-masing diberi kesempatan membawakan tiga lagu, terdiri dari dua lagu wajib daerah Nusantara dan satu lagu pop pilihan bebas.

Lagu daerah yang wajib dibawakan adalah “Inak Tegining Amak Teganang” yang berasal dari Lombok, serta “Yamko Rambe Yamko” dari Papua. Dua lagu tersebut dipilih sebagai simbol keberagaman budaya Indonesia yang harus terus dilestarikan, sekaligus menjadi tantangan bagi peserta untuk bisa menguasai teknik vokal dan penghayatan.

Sementara itu, lagu pop bebas memberikan ruang kreativitas bagi peserta. Mereka bebas memilih lagu sesuai karakter vokal masing-masing, mulai dari lagu-lagu populer masa kini hingga lagu lawas yang penuh makna. Perpaduan antara lagu daerah dan pop modern menjadikan ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga wadah edukasi musikal.

Panitia Bintang Radio Indonesia RRI Mataram, Mega Putri Nurmantika, menjelaskan bahwa ajang ini menjadi salah satu komitmen RRI dalam membina talenta muda. “Kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat bernyanyi sekaligus melestarikan lagu daerah Nusantara,” ungkapnya.

Putri menambahkan, sistem penilaian dalam kompetisi ini tidak hanya berpatokan pada suara. Penampilan, performa di panggung, serta kemampuan menghayati lagu menjadi faktor penentu. Komposisi penilaian pun cukup unik: 70 persen dari juri profesional dan 30 persen dari voting pendengar, sehingga interaksi dengan publik tetap terjaga.

Dari 17 peserta, hanya enam orang yang akan dipilih untuk melaju ke tingkat koordinator wilayah (Korwil). Mereka terdiri dari tiga putra dan tiga putri terbaik. Dari enam peserta tersebut, nantinya akan dipilih lagi satu putra terbaik dan satu putri terbaik yang berhak mewakili RRI Mataram di tingkat nasional.

Atmosfer persaingan terasa semakin ketat ketika para peserta harus menyeimbangkan antara teknik vokal dan ekspresi. Tidak sedikit yang berhasil memukau juri dan penonton dengan suara merdu, ada pula yang tampil penuh percaya diri meski harus mengendalikan rasa gugup di atas panggung.

Ajang ini tidak hanya sekadar lomba menyanyi. Lebih jauh, Bintang Radio Indonesia menjadi simbol konsistensi RRI dalam mendukung ekosistem seni budaya. Melalui kompetisi tahunan ini, RRI berusaha menghadirkan wajah baru dunia musik Indonesia yang tidak melupakan akar tradisi.

Kehadiran lagu wajib daerah menjadi strategi agar generasi muda tidak tercerabut dari identitas budaya. Di tengah gempuran musik digital yang didominasi tren global, keberanian RRI menghadirkan kembali lagu-lagu daerah menjadi bentuk perlawanan kultural yang patut diapresiasi.

Lebih dari itu, keterlibatan publik melalui sistem voting menjadikan ajang ini dekat dengan masyarakat. Dukungan yang mengalir lewat voting tidak hanya memberi semangat bagi peserta, tetapi juga memperkuat jalinan antara radio, pendengar, dan talenta baru yang sedang tumbuh.

Dengan semangat kolaborasi antara peserta, juri, panitia, dan masyarakat, Bintang Radio Indonesia 2025 RRI Mataram diharapkan mampu melahirkan generasi penyanyi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga membawa misi besar: melestarikan warisan musik daerah sambil menapaki panggung nasional bahkan internasional. (Kiriman Zakaria/ Mita/ PPL IAIH NW LOTIM)

Dibaca 6 Kali, Hari ini 1 kali.
Bagikan Yuuk, mungkin info ini penting buat teman kamu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *